My life @alfiaayu blog

plan,action,tawakal



Kopsyarma FEBI UINSA Meraih Juara 1 pada Kompetisi Business Plan “Start Up” 2019 oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur

Rabu (24/4) telah dilaksanakan kompetisi Business Plan dengan tema “Start Up”. Kompetisi tersebut dilaksanakan di Lawang, Malang oleh  Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur. Sekaligus masuk dalam rangkaian lomba pada kegiatan Jambore Koperasi Nasional (Jamkopnas). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh koperasi Mahasiswa dengan total 18 tim dari berbagai kampus di Jawa Timur
 Koperasi Syariah Mahasiswa (Kopsyarma) FEBI UINSA Turut andil menjadi peserta dalam lomba tersebut. Tiga pengurus yang didelegasikan menjadi peserta yaitu : Siti Alfia Ayu Rohmayanti (Ketua Bidang Administrasi dan Umum), M Rizki Fahrurrazi (Ketua Umum Kopsyarma) dan Syarifudin (Ketua Bidang PSDA).
Proposal perencanaan bisnis dari Kopsyarma FEBI UINSA yaitu mengenai permasalahan mahasiswa yang dipadukan dengan kondisi lingkungan yang ada serta dengan tujuan mensejahterakan anggota yang diberi judul “OK.Print : Ubah Sampah Jadi Makalah”. Selain itu pokok bahasan mengenai Socioenterpreneur juga dijadikan landasan pembuatan proposal
Pada Jumat (26/4) Proposal hasil kegiatan kerjasama antara Laboratorium Bank Sampah Syariah UINSA  dengan Kopsyarma UINSA mampu meraih peringkat juara 1 dalam kompetisi Business Plan “Start Up”  dengan total skor 890. Disusul dengan Kopma ITS dan Kopma UM
Semoga capaian prestasi ini dapat menjadikan Laboratorium KoperasI Syariah Mahasiswa terus berkembang dalam peningkatan kualitas serta kesejahteraan anggota sesuai dengan prinsip koperasi.

           
Masjid Putra Jaya Malayasia -Foto koleksi pribadi
 
          Berbicara masalah mimpi seperti menghitung sebuah angka, tiada habisya. Begitupun aku bermimpi adalah cara ku memberikan semangat dalam setiap detik hidupku. Puluhan mimpi telah aku tulis di dalam note kecil catatan mimpiku. Dengan bekal percaya dan doa satu persatu mulai Allah ijinkan mimpi itu terwujud. Salah satunya menginjakkan kaki ke negara seberang
                Keinginan pergi keluar negeri telah lama aku miliki. Namun beberapa kendala membuatku merasa berat merealisasikan mimpi itu. Bukan hanya masalah finansial tetapi lebih kepada ijin orang tua. Yups memang aku anak tunggal namun aku merasa cukup berani untuk melakukan solo travelling. Tapi keyakinan itu tidak serta merta membuat orangtua ku juga yakin untuk mengijinkanku pergi keluarnegeri sendiri
                Orangtuaku pernah mengatakan akan mengijinkanku keluar negeri jika memang ada sebuah event yang diijinkan langsung dari kampus. Menurutku ini peluang namun juga tantangan. Peluang untuk ku mendapatkan ijin dan tantangan  untuk aku meraih event internasional tersebut. Namun meski cukup berat aku tetap memillih untuk melalui tantangan itu.
                Aku berproses, Juli 2017 ku mencoba memberanikan diri mendaftar ke sebuah acara di Malaysia. SIngkat cerita aku pun diterima di event tersebut. Namun karena aku belum memahami sistem pembayarannya. Aku baru mengetahui jika event ini “self-funded” dan jika dihitung bisa memakan biaya yang lumayan besar. Meskipun passport sudah proses untuk dibuat mau tidak mau aku mengurungkan untuk berangkat.
                Tetapi ini tidak membuatku patah arang, Impian untuk aku ke luar negeri minimal Malaysia semakin hari semakin besar. Terkadang sering kali di setiap selesai sholat aku membawa passport untuk aku dekap dan aku kirim doa. Aku berharap passport yang aku buat di tahun 2017 tidak sekedar menjadi passport kosong. Maret 2018 aku mencoba lagi untuk mengikuti event Internasional.
Di tahun 2018 ini aku juga telah bergabung dengan Uinsa student Forum sebagai Mentee chapter 3. Seperti apa kata pepatah “Berkumpullah dengan orang penjual minyak wangi supaya kau tertular wanginya” . Dengan harapan inilah aku bergabung dengan Uinsa Stident Forum yang memang konsen ke bidang kepemudaan dan Exchange. Usaha ku ini benar adanya, tepat di bulan Maret tanpa sengaja aku melihat post instagram teman sesama mentee tentang Internasional event yang akan diadakan di Malaysia. Post ini seperti memberi harapan besar untukku.
Aku baru mengetahui informasi tersebut tepat H-1 pendaftaran. Tanpa pikir panjang aku langsung menghubungi temanku dan menanyakan berbagai persyaratan. Ternyata pendaftaran akan berakhir malam itu juga atau lebih tepatnya 5 jam lagi pendaftaran ditutup. Aku mencoba tenang , aku ambil air wudhu kemudian aku menunaikan sholat istikhra’ untuk mengambil sebuah keputusan. Setelah sholat entah mengapa aku menjadi semakin yakin untuk berjuang. aku mulai mengkontak semua temanku untuk pinjam intenet banking karena pada saat itu saldo di ATM ku kosong dan tidak bisa pinjam ATM papa sedang berada diluar kota. Alhamdulillah ada salah satu teman (Mbak Widia) memiliki internet banking yang bisa dipinjam.
Setelah proses pendaftaran aku berusaha menyusun strategi untuk bahan video yang merupakan syarat seleksi dan untung saja ada tenggat waktu 7 hari kedepan pengumpulan video. Pada saat itu aku berhasil meminta tolong ke temanku (Mbak Fillah yang memang ahli dibidang video) . Alhamdulillahj proses panjang pembuatan video yang bertemakan ekonomi dan islam berhasil selesai dalam waktu 4 hari. Ditambah bantuan berbagai saran dari Ms.Zia dan Bang dika yang memang mentor di Uinsa Student Forum dalam mengoreksi naskah video yang aku buat.
Beberapa minggu setelah video terkirim aku mendapat pesan lolos ketahap selanjutnya yaitu interview yang bisa dilakukan by phone. Di proses ini cukup menantang bukan karena materinya tetapi karena waktu ku interview by phone sama persis dengan waktu ku presentasi. Perjuangan ini yang membuatku sangat menghargai proses. Keriwehan itu benar terjadi adanya 15 menit setelah aku melakukan pemaparan presentasi hp ku berbunyi dan sial nya lagi ternyata telfon dilkakukan via whatssapp yang notaben nya pada saat itu gedung fakultasku benar benar minim sinyal. Berkali kali aku ijin ke bapak dosen untuk mengangkat telfon di luar kelas dan berkali kali pula telfon itu tidak tersambung. Sedih rasanya saya benar benar tidak mau gagal di proses itu hanya karena kendala teknis. Saya terus bersholawat “Lā haula wa lā quwwata illā billāhil 'aliyyil azhīmi” setelah mencoba berkali kali telfon ternyata telfon kali ini tersambung dan dengan sedikit terengah karena harus lari lari mencari sinyal aku melakukan interview.
Beberapa setelah interview. Akhir Maret 2018 pengumuman 10 besar lolos dirilis pada website iicc.co.id Allahualam ini jalan Allah. USAHA TAK PERNAH MENGHIANATI HASIL. Aku dinyatakan lolos dengan kategori “full-funded” syukur tiada henti aku ucapkan. Impianku yang selama ini aku rasa berat akhirnya terwujud. Aku benar benar percaya kekuatan doa , impian dan usaha. Semua tak pernah berkhianat selama berserah diri pada Allah. Akhir April 2018 dengan ijin Allah aku menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di luar negeri yaitu Malaysia bersama program IICC.
Bersama Mahasiswa USIM-Foto koleksi pribadi


USIM -Foto koleksi pribadi
IIUM - Foto koleksi pribadi




Siang ini lagi kepikiran nulis lagi di Blog gara gara kartu pintu akses kantor Bank Indonesia cuma satu dan lagi dibawa teman - teman yang lagi pergi ishoma, baiklah sehubungan dengan pembahasan Bank Indonesia aku kepikiran buat cerita tentang magang disini

Pertama untuk pengajuan magang ke BI seperti pengajuan magang biasanya yaitu surat dari Fakultas, transkrip nilai, Proposal Magang, CV dan ditambah fotocopy buku rekening tabungan Bank apapun semua berkas tersebut diajukan kebagian ekspedisi persuratan untuk di Bank Indonesia KPW Jatim letaknya di sejajaran KOPEBI kalau untuk yang kantor BI yang lainnya bisa ditanyakan kepada bapak satpamnya langsung letak pengajuan proposal magang. Aku bersama 2 temanku Een dan Ainin bulan Februari ini sedang menjalankan program magang di Bank Indonesia KPW Jawa Timur, ada 3 jenis magang di Fakultasku yaitu magang Mandiri, Magang Reguler dan Magang Ekonomi dan sekarang aku sedang mengambil magang mandiri yaitu magang yang nilainya tidak bisa diinput ke nilai kuliah namun hanya dgunakan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja dan biasanya diambil para mahasiswa untuk mengisi liburan semester

Di Bank Indonesia sendiri khususnya KPW Jatim durasi magang hanya dibatasi selama 10 hari kerja kecuali jika ingin lebih dari jatah hari itu akan tetap diperbolehkan namun dipindahkan ke cagar budaya atau perpustakaan BI, untuk magang di Kantor BI biasanya akan dibatasi kuota sesuai kebutuhan beruntung sekali di jadwal ku mendaftar sedang tidak terlalu banyak pendaftar sehingga lolos lah kami 20 kuota magang di Bulan Februari dari tanggal 1 Februari sampai tanggal 18 Februari (karena bertepatan tgl 2 libur jadi diganti tgl 18 masuk). Jam kerja disini sebenarnya dimulai pukul 08.00 namun khusus peserta magang jam kerja dimulaii pukul 07.10 (mungkin karena menyesuaikan jam kuliah), kami diberi kertas absensi untuk dituliskan jam berapa berangka dan pulang kemudia dimintakan tanda tangan kepada petugas manajer ditempat kami ditugaskan nantinya

Untuk rangkaian kegiatannya, di hari pertama dan kedua magang kami dibekali materi kebanksentralan dan pemahaman tugas tugas kepegawaian di kantor Bank Indonesia,Kami juga diajak untuk mengunjungi ruang arsip yang tidak semua bisa masuk meskipun sudah sering kesiini karena kegiatan GenB , setelah itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menuju disposisi penugasan, aku bersama 2 teman baru aku di tempatkan di FKKK yaitu Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan, fungsi ini biasanya di organisasi disebut sebagai Humas karena pekerjaannya memang tentang koordinasi dari pihak eksternal seperti media massa, persuratan, beasiswa, sponsorship,magang, kunjungan, dll. Peserta biasanya baru memulai pekerjaan di hari ke 3 yaitu setelah pembekalan selesai.
pembekalan kebanksentralan

Namun kebetulan karena aku FKKK dan di hari ke 2 terdapat kunjungan siswa SMA dari Banyuwangi ke BI dan OJK (kebetulan satu gedung) jadilah kami bertiga dan ditambah 5 peserta magang dari phak OJK, Kami mendapat tugas di absensi dan menerima kunjungan, setelah itu baru di hari ke 3 sampai seterusnya kami mendapat tugas mulai dari surat menyurat yang kebetulan saat itu lagi mendekati acara penerimaan Beasiswa Bank Indonesia selain surat kami juga ditugaskan membantu menyiapkan bahan presentasi yang materinya kurang lebih mengenai inflasi dan deflasi daerah di Jawa Timur, aku juga ditugaskan membuat template presentasi, dan yang seru nya sekaligus menjadi tugas wajib anak magang yang ditempatkan di Fungsi ini yaitu “media monitoring” dimana kami ditugaskan untuk meresume konten Koran yang berhubungan dengan ekonomi dan itu tidak hanya satu atau dua korang namun semua Koran Koran yang telah menjadi langganan Bank Indonesia kurang lebih 4-5 penerbit resume dilakukan setiap hari selama disini, setiap pagi kami selalu dikirimi Koran Harian terbitan baru,Selain itu kami juga diminta input data salah satunya mengenai penerimaan magang

Nah itu tadi sekilas mengenai proses dan tugas selama magang di BI, dariku pribadi kesan selama berada disini sangat nyaman, ini adalah pengalaman magang pertamaku yang meyenangkan jujur pertama kali disini aku baru tahu kalau pegawai BI ternyata jumlahnya tidak terlalu banyak, Di divisiku sendiri ada beberapa meja yang masih kosong mungkin karena ada beberapa pegawai yang sedang disposisi atau pindah fungsi tapi secara keseluruhan memang di kantor ini tidak terlalu ramai, untuk jatah makan sendiri BI tidak memberikan catering makan atau sebagainya namun kita diberi ganti uang bensin dan makan, tapi tidak menutup kemungkinan di BI atau di divisi kadang ada juga acara makan makan, lingkungan disini juga sangat homey, semua petugasnya ramah dan mau menerangkan tugas tugas ke kami peserta magang meskipun tingkat kesibukan disini juga lumayan tinggi terlebih lagi hari Jumat yang dinamakan “Jumarsip” Jumat Hari Arsip, dimana semua arsip harus diselesaikan di hari itu juga.


Dan saranku bagi kalian yang berencana magang di BI yaitu pertama persiapkan dan kirim berkas 2-3 bulan sebelumnya dikhawatirkan kuota penuh karena peminat pendaftar magang disini juga lumayan banyak. Kedua, meskipun kalian tahu disini akan diajarin dan dibimbing kembali mengenai pekerjaan magang namun sebisa mungkin kalian sudah membekali diri minimal basic Ms.Excel, Ms.Word dan PPT serta update pemahaman tentang ekonomi moneter yang bisa diakses melalui website Bank Indonesia dan juga data BPS karena sebagian besar disini pekerjaannya adalah memonitoring hal tersebut dan yang terpenting jangan lupa kalian saling koordinasi dengan teman magang satu sama lain atau bisa membuat grup Whatsapp karena disini hanya diberikan 1 kartu akses di setiap ruangannya meskipun 1 ruangan terdiri dari beberapa fungsi, kartu akses ini berfungsi untuk membuka setiap pintu, karena memang sistem proteksinya yang tinggi jadi setiap pintu disini akan terkunci secara otomatis setelah tertutup jadi kalian harus membukanya dengan meng-scan kartu akses yang telah diberikan.


Sekian itu tadi cerita pengalaman magang di BI semoga bermanfaat dan yang sudah magang jangan lupa segera kumpulkan laporan nya yah haha see u on the other topic




Belajar sebuah kata sederhana yang setiap orang pasti memahasi maknanya, sebuah kata sederhana yang memiliki penggambaran jika dijalankan akan memberikan dampak "upgrading" diri, sejak lahir setipa manusia mulai diperkenalkan dengan yang namanya belajar. belajar berjalan, belajar naik sepeda, belajar beradaptasi, belajar bersosialisasi hingga diperkenalkan dengan makna belajar dalam dunia pendidikan formal

Sejak TK aku percaya setiap individu telah dibekali cara belajar baik melalui bimbingan pribadi orangtua ataupun melalui kursus begitupula saat SD, SMP, SMA  hingga Perguruan tinggi, tapi entah kenapa diriku pribadi merasakan semakin berada di tingkatan tinggi sistem belajar ku semakin tidak terstruktur, dulu di saat SMA buku terbagi secara rapi per mata pelajaran, buku referensi selalu terlengkapi disetiap materi tak lupa juga buku tambahan lain nya juga ku miliki koleksinya.begitupun dengan waktu belajar, setiap malam tak akan lupa mengerjakan PR , pagi pasti mengulang materi demi bisa menjawab quis dikelas 

Berbeda ketika aku berada di perguruan tinggi, setiap harinya hanya ada 1 buku binder dengan bejibun materi yang berbeda beda, buku catatan campur aduk jadi satu, buku paket referensi hanya sebagian koleksi pribadi dan sisanya pinjamlah di perpus, waktu belajar sangatlah minim karena kesibukan organisasi yang tak kunjung usai apalagi ditambah posisi BPH  yang sangatlah menguras otak dan tenaga, tapi.. setiap pembagian KHS (Kartu Hasil Studi) pasti mengharapkan nilai A bahkan A+ dengan asumsi "dosennya baik kok" "dosennya biasanya kasih nilai A" dan asumsi eksternal lainya, tapi ketika ternyata hasil KHS tak seperti yang diharapkan. kecewa ? marah? sepertinya tak perlu jika tanpa dibarengi dengan intropeksi diri

ya , iya itulah kesalah kesalahanku/mu beberapa semester ini, hingga akhirnya bermuhasabah diri lah hal yang diperlukan, meskipun biasanya 'Urf berlaku seperti itu "nilai baik=dosen baik" tapi coba kita pikir lebih panjang lagi ,sampai kapan terus mengikuti kebiasaan? sampai kapan kuliah hanya berpatokan dengan KHS? sampai kapan berasumsi "gampang kok makul itu" , "belajar itu waktu presentasi aja" ataupun asusmsi lainnya yang sesungguhnya tak seharusnya kita berpikiran seperti itu

Yuk intropeksi diri , mulai maknai kembali apa arti belajar dan apa arti IPK, mungkin memang dilingkungan kali ini IPK bagus begitu mudah dicapai, tapi apakah dengan terus terusan seperti ini kita akan mampu bersaing di dunia luar, apakah hanya dengan mengandalkan "dosen baik=IPK bagus" akan membuat kita berbangga diri, coba pikirkan kembali betapa banyak teman seusia kita diluar sana begiru ingin kuliah, begitu ingin mengembangkan diri, tapi apadaya akses tak menjangkau, keuangan tak tercukupi, kesempatan tak ada, sedangkan kita yang telah Allah ijinkan untuk belajar hanya begitu saja mengesampingkan materi kuliah, berharap IPK baik tapi tak pernah mengoreksi faktor internal (kemauan belajar), IPK jelek dosen yang disalahkan

Jika berbicara fakta diberbagai kampus,memang tak menutup mata ada beberapa dosen yang "mahal nilai" belajar sekuat apapun nilainya ya gitu gitu aja, tapi percayalah tak semua dosen seperti itu, semua tetap harus kembali ke diri sendiri. masih ingat kan makna "Usaha tidak menghianati hasil" ?
ya itu memang benar adanya tak hanya sekedar kata kata. 

Mulai benahi sistem belajar yang biasanya buku bercampur aduk, mulai tata dengan rapi beri batasan yang jelas antar materi, yang biasanya PPT hanya sebagai bahan presentasi, mulailah telaah dan pahami per slide nya, bandingkan antar referensi buku lain, yang biasanya buku tak pernah beli, sesekali belilah entah fotocopy, beli bekas, preloved dari kakak tingkat,dll entah kenapa ketika buku itu milik pribadi rasa semangat belajar akan lebih muncul , kemudian yang biasanya waktu jeda hanya untuk bermain hp atau cuma ngobrol kanan kiri, mulailah sisihkan setengah waktu untuk mengulas kembali materi, karena sistem belajar yang baik adalah mempelajari sebelum dan sesudah materi dibahas, begitupula saat dikelas mulailah lebih kritis menanggapi suatu topik diskusi beri tanggapan pemateri berdasarkan real case atau teori dari berbagai sumber dan yang terpenting jangan pernah lupa masalah etika, karena akan percuma jika pintar tapi tak ber-etika, karena sesungguhnya dalam islam telah diajarkan betapa pentingnya sikap etika yang baik, baik untuk orang yang lebih tua, teman sejawat atau lingkungan sosial.

InsyaAllah jika kita mau merubah apa yang salah apa yang kurang menjadi lebih baik lagi, Allah akan memperbaiki semuanya karena “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11 

yuk  mulai benahi diri, meskipun memang semakin sulit membagi waktu ditengah padat nya aktifitas organisasi atau sosial lainnya, tapi tetap meskipun jatah belajar dikelas hanya 25% tapi itu tetaplah sebuah kewajiban, bukankah memang semakin tinggi pohon makin besar pula anginnya, tetaplah semangat menimba ilmu bukan sekedar pengoleksi IPK semu, jangan pernah lupa berdoa dan berserah diri kepada Allah SWT lewata tahajjud , dhuha  serta faedah puasa senin kamis, seperti akta salah satu dosennku " Kalau lagi jadi mahasiswa rajin rajinlah tirakat" sesungguhnya orangtuamu pasti menginkan anaknya diwisuda dengan nilai terbaik (atas hasil usahanya sendiri)

-Curahan hati mahasiswa semester tengah setelah pengisian KRS-



Setelah banyak yang tanya "gmana cara pilih kegiata non akademik yang efektif" dan  ada juga yang tanya "Kenapa ada beberapa organisasi yang aku tolak buat gabung disana" nah  mungkin dari pertanyaan - pertanyaan itu aku buatlah konten ini, sekaligus belajar nulis lagi setelah fakum lama banget

Mungkin pertama kali yang akan aku bahas adalah cara pilih organisasi atau komunitas yang efektif, tapi ini menurutku pribadi ya. Ok mau curhat dulu sebenernya awal banget masuk kuliah aku juga bingung kegiatan apa yang pengen aku ikuti, lebih lebih aku pengen nya dulu ambil sekolah dinas semacam IPDN atau TNI ya karena satu dan beberapa hal akhirnya impian itu musnah dan mulailah menyusun harapan dan impian kembali melalui jalan kuliah di universitas

2 bulan pertama setelah masa MOS (PKKMB) temen- temenku sudah mulai ikut berbagai kegiatan UKM tapi entah kenapa kepeminatanku belum muncul sama sekali, beberapa kali udah coba ikut registrasi salah satunya di UKM olahraga badminton tapi alhasil ya cuma daftar aja ga pernah mood buat datang latihan, ditengah ke "gabutan" itu akhirnya aku pilih ikut kegiatan diluar kampus, aku ambil 2 les sekaligus, pertama, aku melanjutkan kursus B.Inggris yang sebenernya sudah lama ikut tapi fakum gara - gara persiapan masuk perguruan tinggi, trus yang kedua aku ikut les modelling di Glamour Look Modelling school (ini agak nekat hehe, karena biasanya aku ikut kegiatan yang sporty kayak paskibra,olahraga,dll) dan 1 lagi kegiatan komunitas "Ketimbang Ngemis Sidoarjo" aku ikut ini karena aku sering kali lihat kakek yang sudah tua atau orang yang berkebutuhan khusus tapi mereka tetap mau bekerja, jadi aku sangat terpanggil buat melakukan suatu hal yang mungkin bisa sedikit meringankan mereka

Setelah fokus di 3 kegiatan itu , ga lama aku dikenalkan oleh 1 komunitas yang sebener nya aku cari cari banget sejak dulu, yaitu komunitas penyiar radio (alasan kenapa aku pilih radio bisa kalian baca di caption instagramku yang lagi foto di M radio).Tapi , meskipun lebih sering kegiatan luar aku juga tertarik sama 1 lomba atau seleksi yang diadakan di internal kampus, yaitu pemilihan Duta Ekonomi Syariah 2016 (alasannya bisa dibaca juga di postingan blogku sebelum tulisan ini). Sampai di semester 3 aku belum memiliki "planning" hidupku kedepannya, tapi dari situ aku mulai ketagihan ikut banyak organisasi baik internal maupun eksternal  misalnya : koperasi syariah mahasiswa, Galeri Investasi Syariah, Uinsa student forum, penyiar radio dakwah, pencak silat, Tari Saman, UKM Bahasa, badminton apapun deh pokoknya pengen ikut, sampai sering banget pulang malam (kalau orang jawa bilang "kemaruk")

Sampai akhirnya di semester 4 aku ditawarin lagi untuk gabung suatu organisasi, nah dari situ mulai berpikir "mampu ga sih bagi waktu?" "Aku sebenernya pengen kemana sih setelah kuliah?" dari berbagai pertanyaan itu , aku mulai minta saran banyak orang yang menurutku lebih berpengalaman dalam hal perorganisasian ini, dan oleh mereka aku diberi  petuah yang bener-bener membuatku merasa "ini waktunya"
pertama, dari bang dika selaku founder Uinsa Student Forum, bang dika bilang "impian mu itu seperti pintu - pintu yang terhubung, harus terkoneksi satu sama lain, jadi jika kamu punya satu mimpi besar kamu harus melakukan hal - hal kecil dulu untuk membuka satu satu pintu tersebut, dan hal - hal tersebut juga harus relevan dengan apa yang kamu impikan"
kedua, dari Mbak Vo, ketua GenBI Jatim sekaligus ketua GenMi (Generasi Micin anak-anaknya mom's wkwkwk) mbk vo bilang "Mending fokus 1 tapi bisa mencapai puncak" petuah yang simple tapi ngena banget
ketiga, dari kakak lainnya yang banyak ngasih aku saran kayak mas akbar, mas faza, dll. jadi intinya mereka bukan mau menjelekkan organisasi manapun tapi mereka semua ngebantu aku buat "sadar" akan apa yang aku tuju di hari kedepannya

Dari semua masukan itu aku mulai memahami diriku sendiri sebenernya apa yang aku inginkan, aku punya mimpi dari dulu pengen jadi penyiar radio, aku juga punya mimpi keluar negeri GRATIS, dan untuk jangka panjang setelah lulus aku pengen punya bisnis sendiri dan juga pengen kerja di IDX atau OJK atau InsyaAllah pengen lanjut S2 di University of Reading atau Durham University UK (Aamiin) bidang finance and investment, aku pengen bidang finance dan investasi karena aku berpikiran nantinya aku bakal jadi seorang istri sekaligus ibu rumah tangga yang harus pintar ngatur keuangan keluarga disamping itu aku juga harus mampu berinvestasi meskipun kerjanya dirumah

Setelah menemukan apa yang aku tuju, mulailah aku menyeleksi satu persatu apa yang sekiranya punya relasi dengan berbagai impian itu dan mana yang kegiatan yang mungkin bisa berelasi tapi ga terlalu banyak berdampak, akhirnya keputusanku adalah ikut
1. Galeri Invetasi Syariah (karena berhubungan dengan bidang "finance and investment" )
2. Koperasi Syariah Mahasiswa (Karena berhubungan dengan bidang kewirausahaan)
3. Uinsa Studen Forum (USF) (Terimakasih banyak sudah banyak membantu mewujudkan salah satu impian ku ke luar negeri gratis di tahun ini melalui Exchange Program (next blog , mungkin akan bahas tentang ini) )
4. Sing Your Mind (because I love Radio wkwk, aku terinspirasi dari kak octian meskipun anggota KPU tapi masih bisa siaran)
5. Ketimbang Ngemis (Karena mahasiswa adalah "agent of change" yang ga cuma belajar dikelas tapi harus bermanfaat buat masyarakat)
6. Tari saman (dari TK kayaknya ga pernah absen ikut ekskul tari)
7. Tetap lanjut les B.Inggris
meskipun kelihatannya masih banyak tapi ke 7 kegiatan itu punya intensitas kumpul yang berbeda beda, misal USF yang kurang lebih 1 bulan sekali, Koperasi dan GIS yang jarak gedungnya dekat jadi masih bisa ditoleransi apalagi masih sama sama kegiatan fakultas dan untuk kegiatan Sing Your Mind, Ketimbang Ngemis,Tari Saman biasanya di weekend atau event khusus, kalau untuk les B.Inggris aku masih sangat membutuhkan hehe. dan untuk bidang olahraga aku sudah ga ikutin karena memang sudah ga tau lagi kapan ada waktu buat latihan, jadwal seminggu ku sudah padat wkwk tapi masih tetap olahraga kok meskipun sendiri atau kadang ikut di fitness center UINSA

Btw, saat ini aku juga gabung di GenBI , komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia insyaAllah ini juga gak akan mengganggu aktivitas ku yang lain (untuk hal beasiswa next blog aja ya, ini sudah kepanjangan banget hehe)

nah harapan kedepannya aku bisa meraih apa yang aku impikan melalui pintu pintu itu, ya harapan nya juga sih jadi Mahasiswa berprestasi Non-Akademik (Akademik juga boleh hehe) Aamiin... sekarang masih kerjakeras dulu, kalau kata dosen  pak yazid "Kalau lagi jadi mahasiswa rajin rajinlah tirakat" mungkin ini salah satu cara tirakat ku disamping berdoa tapi juga berusaha, kalau dikata capek ya memang kadang gitu tapi capeknya itu insyaAllah ikhlas "Orang yang sedang berjuang tidak akan merasa kalau dirinya sedang berjuang" pokoknya dijalani dulu

Jadi, buat kalian yang Maba atau belum tau mau apa setelah kuliah, saranku banyak - banyak sharing ke yang lebih pengalaman, atau yang Maba bisa coba banyak organisasi dulu gakpapa deh hehe, tapi kalau yang udah semester 4 an buruan tentukan tujuan mu apa, sering - sering lah punya mimpi besar, aku juga punya 1 buku kecil disitu banyak sekali mimpi - mimpi dari yang mulai realistis sampek yang aneh wkwk , alhamdulillah udah lumayan yang di stabilo alias udah tercapai terus 1 hal lagi jangan hanya ikut ikutan karena yang tau dirimu adalah kamu sendiri, dan masa depanmu juga ada di usahamu sendiri, kalau masih bingung sering - sering curhat juga sama Allah insyaAllah dimudahkan, sometimes aku juga punya kepercayaan "curi perhatian Allah", curi hati manusia aja bisa apalagi Allah yang Maha Agung

fyi, percaya atau enggak ketika kamu fokus dalam suatu impian, kamu akan sukses meraih nya terlebih dulu di usia muda , InsyaAllah

Semoga bermanfaat, feel free for comment, lewat IG ( Alfiaayu_ ) ,WA, atau manapun boleh, ketemu langsung dikampus juga boleh banget

Gelar ini sebenarnya tak pernah singgah dipikiranku mungkin hanya sebatas ingin untuk jadi duta kampus atau mengikuti ajang beauty pageant.hingga suatu saat aku sedang berselancar di medsos yaitu grup line "Mahasiswa Uinsa" bertemulah aku dengan poster yang bertulis pemilihan duta ekonomi syariah 2016 yang pertam kali aku pikirkan saat itu ada "It's my time" menang kalah urusan nanti toh juga aku masih semester 1.
Akhirnya aku catat cp nya dan menghubungi di WA kemudian besoknya aku datang ke stand untuk mengambil formulir (yang sudah diinfokan oleh kakak panitia di WA)  karena aku pikir lebih baik teman teman ku kelaa juga ikut mencari pengalaman baru, aku sebarlah formulir itu ke kelaa juga dan sekitaran 4-5 teman kelas ku ikut mendaftarkan diri.
Setelah proses registrasi,di rumah aku mulai memikirkan apa visi misi yang cocok kemudian mencari mencari materi materi tambahan seputar ekonomi syariah
Dan tibalah hari TM yaitu hari jumat disaat TM disana dijelaskan apa saja yang harus dilakukan,  dibekali cara jalan, dll. Dan hari H nya adalah hari senin (monster day)  karena mancet bukan main, dijalan panas keringat padahal sudah di make up tapi whatever namanya perjuangan.  Jam 07.00 lebih aku sampai di ruang auditorium disana sdah ada beberapa temanku
Jam 9 acara dimulai seperti yang dijelaskan saat simulasi yaitu pertama catwalk kemudian pengumuman 15 besar (oh iya 15 besar ini sebelumnya ada proses interview) alhamdulillah aku lolos kemudian lanjut seleksi tanya jawab untuk masuk ke 5 besar alhamdulillah lolos lagi dan terakhir adalah tes bakat dan tes tanya jawab langsung dengan juri alhamdulillah lancar dan terakhir catwalk individu dan pengumuman
Sebelum pengumuman kan ada selang nyanyi nah disitu pandanganku tertuju oleh 1 piala yang diletakkan di dekat panggung nah aku sholawatin deh hehe biar berkah kan pada dasarnya menang kalah ketentuan Allah jadi alu minta ijin dulu ke Allah kalau memang itu piala jadi milikku maka mudahkanlah.
Setelag sesi free time tersebut adalah pengumuman juara favorit 1,2 dan pemenang duta.  Dan alhamdulillah aku dipanggil pada pemenang duta ekonomi syariah 2016
Semoga amanat ini mampu aku jaga dengan sebaik baiknya Aamiin

Hidup itu (.....),terus berjalan dan tanpa diduga, hidup adalah sebuah realitis yang tak dapat dipungkiri terkadang impian dan kenyataan itu berbeda terkadang juga sama,kalau bicara soal hidup pastinya sangat panjang, hidup itu berkaitan dengan waktu jika satu detikpun kita tidak menggunakannya dengan baik maka kita akan jadi orang yang rugi karena waktu tidak dapat berputar kembali dan itulah yang menjadi patok para pembisnis “time is money” dalam islam juga sudah di jelaskan surat Al ashr وَالْعَصْرِ demi masa, dengan berjalannya waktu semua bisa berubah
Kembali ke persoalan hidup, apakah kalian pernah menginginkan sesuatu namun tidak tau caranya ? sebagian besar pasti pernah, lalu apa yang harus dilakukan? “PERCAYA” Cuma itu. Anehkan? “ya tidak kan ada ALLAH”
Allah itu nggak jauh dari kita lo.. coba deh kita minta sesuatu dengan tulus insyaallah Allah pasti mengabulkan, selalu ber do’a tiap waktu ,berzikir tanpa lelah, bersedekah dengan ikhlas niscaya Allah akan mengabulkan do’a kita meski sebesar apapun kan Allah maha penyayang dan maha pemurah
Masa Cuma ber do’a kita langsung dapat segalanya? “ya tidak, misalnya kita mintak mobil terus mobilnya langsung turun dari langit mustahil dong” pastinya butuh kerja keras untuk mendapatkannya tapi jangan meresah dulu meskipun dibilang “kerja keras” tapi jika dengan tulus, positive thinking dan smile hal itu pasti terasa enteng apalagi kta sudah minta bantuan sama Allah ya pastinya 2x lebihb enteng asalkan ikhlas ya karena “when we work we work but when we pray God works”
Kalau menurut saya sendiri Hidup adalah change (berubah menjadi lebih baik),Believe (kita pasti mendapatkannya),Pray (selalu berdo’a dan berharap kepada Allah),loudly work (sebagai jalan keberhasilan)
So., menurut anda hidup itu apa??
SEMOGA BERMANFAAT